BIDIK BALI, DENPASAR – Polresta Denpasar terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Salah satunya melalui kegiatan “Ngopi Kamtibmas” yang kali ini melibatkan para Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kecamatan Denpasar Barat.
Ngopi Kamtibmas yang berlangsung di Kantor Polsubsektor Diponegoro ini mengundang Sebanyak 15 perwakilan Guru BK se-Kecamatan Denpasar Barat dan menjadi ruang komunikasi dua arah antara Kepolisian dan pihak sekolah tersebut. Selasa (29/9/2026)
Wakapolresta Denpasar, AKBP I Ketut Widiarta, S.H., S.I.K., M.Si., hadir bersama Kapolsek Denpasar Barat dan Kasat Intelkam Polresta Denpasar
“ AKBP I Ketut Widiarta menyampaikan bahwa Ngopi Kamtibmas merupakan, salah satu sarana komunikasi yang secara rutin dilaksanakan Polresta Denpasar setiap hari Selasa dan Jumat untuk menyerap berbagai informasi, keluhan maupun masukan masyarakat terkait situasi Kamtibmas di Kota Denpasar.
“Melalui kegiatan ini kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk para Guru BK, untuk menyampaikan keluhan, masukan maupun informasi mengenai potensi kerawanan yang ada di lingkungan sekolah. Informasi tersebut tentunya dapat menjadi bahan bagi Kepolisian untuk mengambil langkah pencegahan secara bersama-sama,” ujar Wakapolresta Denpasar.
Menurutnya, tantangan Kamtibmas akan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Demikian pula dengan regulasi dan ketentuan hukum yang terus mengalami perubahan sehingga seluruh pihak dituntut untuk dapat beradaptasi.
Dalam kegiatan tersebut, Polresta Denpasar juga menyosialisasikan layanan Polisi 110 serta aplikasi Polri Super App kepada para Guru BK. Layanan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan Kepolisian secara lebih mudah dan cepat.
Para Guru BK yang hadir menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan Polresta Denpasar, khususnya berbagai kegiatan Kepolisian yang menyasar lingkungan sekolah. Dalam diskusi tersebut, para Guru BK juga menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, di antaranya perilaku berkendara pelajar di jalan raya serta fenomena perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Guru BK berharap Kepolisian dapat terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada para pelajar sebagai langkah pencegahan agar berbagai perilaku negatif tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
“ Kapolsek Denpasar Barat menambahkan, bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk mencegah kenakalan pelajar, khususnya di lingkungan sekolah tingkat SMP.
Pihaknya membuka ruang koordinasi bagi sekolah yang membutuhkan kehadiran personel Kepolisian untuk memberikan sosialisasi maupun edukasi kepada para siswa. Permintaan tersebut dapat disampaikan secara langsung maupun melalui surat agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Pencegahan pelanggaran lalu lintas maupun perilaku yang dapat mengarah pada tindak pidana harus dilakukan sejak dini. Salah satunya dengan menghadirkan Kepolisian secara langsung ke lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pelajar,” ungkap Kapolsek Denbar.
Para Guru BK juga diharapkan turut menjadi mitra Kepolisian dengan menyosialisasikan layanan Polisi 110 dan Polri Super App kepada siswa maupun warga sekolah.
“ Melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas, Polresta Denpasar berharap komunikasi antara Kepolisian dan dunia pendidikan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan kondusif bagi para pelajar.” Pungkasnya.(*).
