BIDIK BALI, JEMBRANA – SMP Nasional Negara merupakan sah satu sekolah Swasta yang terletak di Linkungan Menega, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana. Sekolah yang di dirikan pada tahun 1970 yang merupakan partner sekolah SMPN 1 Negara, dibawah Yayasan Perguruan Nasional.
Dimana pendiri dari sekolah SMP Nasional merupakan Guru dari SMPN 1 Negara, karena dahulu SMPN 1 Negara kelebihan murid jadinya insiatif para Guru membuat Sekolah yang diberi nama SMP Nasional Bisa dibilang anak sekolah SMPN 1 Negara, lengkap dengan ijin di bawah Yayasan Perguruan Nasional.
Dari tahun 70 an sekolah ini eksis dan sudah banyak menamatkan siswa-siswa yang berprestasi dan sekarang sudah sukses, hingga di berlakukan sistem zonsi, sekolah ini ditinggalkan, “ia benar sejak adanya sistem zonasi kami sedikit mendapatkan murid, biarpun sedikit kami tetap komitmen dengan anturan pemerintah wajib belajar 9 tahun,” ucap Ketua Yayasan I Made Oka Aryadi saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia melanjutkan, Yayasan Perguruan Nasional sekarang sudah regenerasi dari orang-orang tua kami, sekarang anak-anaknya mengelola yayasan ini. Kami juga berencana akan membuat sekolah baru bernama SMK Nasional Negara bergerak di bidang seni.
Pihaknya mengakui masih mengurus ijin dan masih mengubah nama Yayasan yang ssbelumnya bernama Yayasan Perguruan Nasional menjadi Yayasan Putra Jembrana dengan mengelola 3 sekolah SMP Nasional Negara, SMP Nasional Berangbang dan SMP Nasional Moding.
Ia juga menjelaskan, Namun Sekarang kenyataan PPDB untuk di bali khususnya sekolah swasta mengalami penurunan sangat drastis yakni tidak dapat siswa baru, menurut informasi dari masyarakat, serta dari kepala sekolah SD dan informasi dari orang tua murid bahwa rupanya sekolah swasta tidak mendapatkan siswa baru karna kebijakan pemerintah daerah,” Jelasnya.
” Menurutnya, Sesuai hasil rapat hari jumat Kepala bidang dan Kepala seksi Dinas Pendidikan sudah jelas-jelas mengatakan di SMPN 1 Negara kelebihan siswa sebanyak 120 orang, 80 dari zona dan 40 orang tahap yang lain, secara teori murid 120 orang itu harusnya ke swasta, namun kenyataannya, anak-anak sisa dari SMPN 1 Negara dialihkan ke sekolah Negeri yang lain diluar zona,” Katanya.
Ditambahkannya, salah satu bukti, sebelumnya disini ada murid 1 dari petanahan Batuagung yang daftar, waktu hari pertama tanggal 13 Juli 2020 kami sempat mencari kerumahnya, dan dibilang sudah dibawa ke SMP Negeri 2 Mendoyo dan itu merupakan bukan zonanya,
Dari informasi DPRD Komisi 1 dikatakan alasan wajib belajar 9 tahun, kita dari SMP Nasional dari tahun 1970 sudah memikirkan wajib belajar 9 tahun
Dan kita pengusaha-pengusaha yang baru ini mengambil kebijakan sekarang SMP Nasional sudah tidak lagi memungut iuran apa pun uang pendaftaran geratis, uang gedung geratis uang SPP geratis apakah ini tidak dipercayai oleh pemerintah daerah, saya akan mengandalkan Dana Bos saja dan uang yayasan, dan sekarang masih ada 4 orang staf yang masih di bayar sama yayasan.
Untuk di SMA ada penambahan kelas lagi 1 kelas Di SMP diberikan penambahan roomble tiap kelas adalah 4 orang 32 menjadi 36,
Kami disini seperti ini bukannya dilihat dari kwalitas, kami dari SMP Nasional banyak anak didik kami sudah sukses-sukses di luar kenapa kebijakan sekarang seperti ini seolah-olah kami tidak mampu mendidik anak-anak yang berkwalitas
Kami sudah berpikir kedepan dari nama yayasan sudah dirubah menjadi yayasan putra jembrana yang dulunya yayasan perguruan nasional, nama perguruan hanya untuk pendidikan saja dan kami tdk menggunakan nama tersebut dikarenakan generasi-generasi penerus ada berprofesi wiraswasta, salah satu ada penerus yayasan ini mencetus ada yang mau membuat pasar, clinik, apotik dan sebagainya, tetapi kita tetap konsen juga di dunia pendidikan, kedepan kami akan mendirikan SMK Nasional Negara khusus sekolah Seni, satu-satunya dan pertama di Kab. Jembrana, dan sudah banyak teman-teman dari Sanggar seni mendungkung dan mengajukan bantuan peralatan, Jurusan Seni Tari, Krawitan Tabuh, musik pop dan seni lukis
“Jadi Jelas Arah kebijakan pemerintah tidak memberi ruang bermitra dengan pihak swasta, biar pun secara audensi kita bermitra tapi Dalam pelaksanaanya tetap seperti ini, kita bagian dari warga negara,” imbuh Sekretaris Yayasan I Ketut Budi Pertiaksa.
TU dari sekolah SDN 2 Batuagung, I Putu Suarma mengatakan, murid yang sudah tamat kemarin kita arahkan dulu ke SMPN 2 Mendoyo dikarenakan kita disini di luar zonasi dari SMPN 1 Negara, ucapnya.
Saat di temua oleh awak media Kadis pendidikan dan Kepemudaan dan Olahraga Ni Nengah Wartini, S.Si, M.Si mengatakan, khususnya di SMP Nasional, memang kemarin sempat bapak ketua yayasan kesini dan mengatakan kami masih menerima siswa baru, kami juga sudah sempat mensosialisasikan kepada teman yang datang ke kantor .
“Untuk penerimaan siswa baru kami masih menyalurkan siswa ke sekolah negeri sesuai dengan pilihan mereka dan sesuai dengan persediaan roomble yang ada di sekolah negeri, kita memberikan kebebasan kepada anak-anak yang tidak terdata di wilayah zonasi agar tidak terjadi putus sekolah, kalau hitung-hitungan kita dari proyeksi tamatan kemarin memang terpenuhi semua di sekolah negeri.
Untuk di SMP Negeri 3 Negara nanti kita siapkan ruang kelas baru, terkait dengan SMP Nasional, kemarin bapak ketua yayasan katanya membuat brosur dan promosi, mudah-mudahan mereka dapat siswa baru, kemarin SMP Nasional Berangbang dapat siswa, sebelumnya kami arahkan ke sekolah SMPN 3, tapi siswa tersebut lebih memilih sekolah di SMP Nasional Berangbang soalnya dari jarakanya dekat.
Kami tidak mengarahkan ke negeri, tapi kita menyiapkan sekolah negeri, dikarenakan untuk pemeratan ases pendidikan kembali kita menyerahkan ke pihak orang tua siswa, dan daya tampung sekolah kita masih banyak tersedia, seperti halnya kemarin anak-anak semua minta ke SMPN 1 Negara, sedangkan SMPN 3 dan SMP 5 masih kekurangan murid, kita menjelaskan kepada orang tua siswa untuk di SMPN 3 dan SMPN 5 dan roomble nya masish tersedia dan juga ada SMP Nasional tergantung ibu bapak memilih yang mana, kita salurkan sesuai keinginan orang tua kita tidak memaksa tapi kita menyiapkan fasilitas itu.
Disini kita menghargai partisifasi SMP Swasta, disini kita kembali ke pilihan orang tua murid jika mereka mimilih SMP Negeri, kita terima sesuai roomble yang ada Kita tidak ada penambahan roomble untuk sekolah SMP(*).
