Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenhumkan Bali Berikan Penguatan Asesor Kepada Petugas Rutan Bangli Untuk Pembinaan WBP ke Depan.

BIDIK BALI, BANGLI – Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenhumkan Bali Ida Bagus Ardana,Jum’at 25/10/2024 melaksanakan dan Anev di Rutan Kelas II Bangli terkait dan tugas fungsi APK atau Pembantu Pembimbing Kemasyarakatan dan Asesor yang ada di rutan bangli.
“ Ia menyebutkan, karena itu masih dalam pelaksanaan tugasnya kami untuk mengevaluasi apakah pelaksanaan tugas asesor dan PPK sudah berjalan dengan baik atau belum, kalau belum kami juga memberikan penguatan disitu, “ Kata Ida Bagus Ardana.
“ Menurutnya, tujuannya penguatan Asesor adalah agar program pembinaan dan pengamanan kedepan didalam rutan dan lapas bisa mengadopsi dan menganalisis yang ada di Litmas yang dilakukan oleh PPK atau analisis asesmen yang dilakukan oleh asesor sehingga pembinaan atau pengamanan dilakukan dengan tepat.
Seperti contoh kalau kita mau interfensi terhadap seorang pidana atau sekelompok orang terpidana yang ada di rutan bangli itu sudah sesuai dengan minat bakat yang dimiliki, “ Seperti terkait di pertanian dia lebih bisa mendekatkan kepada masalah pertanian bagaimana cara mengolah tanah dan juga pemupukan dan selanjutnya bagaimana memasarkan hasil dari pertanian tersebut.
“Sementara kalau di pengamanan kita tahu dia berisiko tinggi tentu setrategi pengamanan yang di terapkan UPT Rutan Bangli lebih ditingkatkan baik pengawasan maupun pengamannya.
Kita lihat di Rutan Bangli ini kalau secara umum pembinaan dan pengamanan sudah luar biasa dan saya sangat apresiasi apa yang sudah dilakukan Rutan bangli seharusnya sudah harus di kasi WBK , karena ini sudah fakta riil yang terjadi di rutan bangli
Dan kedepan terkait pelayanan kepada warga binaan harus ditingkatkan supaya maksimal.” Ujarnya.

“ Sementara Karutan Bangli Dedi Nugroho menyampaikan, dengan kedatangan tim dari PK Madya ke Ruran bangli yang melaksanakan evaluasi dan monitoring tentunya harapan kami dengan tim ini peningkatan dan pelaksanaan tugas pembantu pemasyarakatan asesor lebih intensif lagi untuk menggali potensi warga binaan, baik permasalahan ataupun kendala yang dihadapi sehingga nanti pembinaan yang dilakukan Rutan Bangli akan lebih terarah, dalam hal ini sesuai kemampuan bakat minat dan keahlian yang dimiliki.
Seperti halnya terkait pengamanan warga binaan tentunya dari awal kita harus bisa mengarahkan terhadap WBP yang beresiko menengah atau tinggi sehingga mudah melakukan pengawasan dan pengamanan, “ Menurutnya, dengan mengarahkan WBP sudah tentu dapat menurunkan resiko,” terangnya.
Selain itu Ia menyebutkan, ketika pembinaan itu sudah bisa berjalan otomatis nantinya seperti hak hak WBP mendapat remisi dan integrasi mereka bisa dapatkan apa bila mereka mengikuti pembinaan dengan baik.” Ujar Dedi Nugroho. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *