BIDIK BALI, JEMBRANA – Dalam menyambut hari Sumpah Pemuda Dinas pendidikan Kabupaten Jembrana bekerjasama dengan Yayasan Kertas Budaya Indonesia mengelar lomba baca puisi tingkat kabupaten dan tingkat nasional untuk kalangan pelajar
Kadis Pendidikan Kabupaten Jembrana, I Gusti Anom Saputra menyampaikan, Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan diselenggarakan dalam dua kategori yakni tingkat nasional dan tingkat Kabupaten Jembrana. Tingkat nasional diselenggarakan secara virtual atau daring, sementara tingkat kabupaten diselenggarakan secara tatap muka (luring) dan untuk kegiatan dipusatkan di Gedung Pendapa Kesari Negara. “ Ujar Anom Saputra.
Menurutnya, peserta lomba-lomba tingkat nasional antara lain, Baca Puisi, Cipta Puisi, Musikalisasi Puisi, Vocal Grup dan Poster Digital. Sedangkan tingkat kabupaten kegiatan meliputi lomba baca puisi, lomba melukis, workshop dan diskusi film. “ ucapnya.
“ Senentara Ketua Panitia FNSPJ VIII, Ni Made Adita Wahyu Putri, peserta tingkat nasional tahun ini jumlahnya menurun cukup jauh dari tahun-tahun sebelumnya. “Mungkin karena tahun ini sangat banyak lomba-lomba dan kegiatan para pelajar di tiap daerah, sehingga peserta FNSPJ menurun,” demikian Adita yang saat ini duduk di kelas XII SMAN 1 Negara ini.
“Di sisi lain, lomba-lomba dalam FNSPJ ini bersifat partisipatif, bukan mobilisasi. Tidak ada kewajiban bagi sekolah-sekolah untuk mengikuti lomba-lomba. Sebagaimana slogan kami di FNSPJ, yakni ‘Kreativitas Cerdas Pelajar Merdeka’, maka keikutsertaan para peserta adalah murni atas inisiatif dan panggilan nurani para peserta itu sendiri,” lanjut Adita.
Menyinggung hadiah yang disediakan Panitia FNSPJ VIII, totalnya berjumlah 97 Juta Rupiah. Adapun hadiah-hadiah tersebut berasal dari biaya pendaftaran para peserta lomba, hasil usaha panitia dengan penjualan merchandise, serta bantuan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Ditanya mengenai asal para peserta lomba-lomba tahun ini, Adita menjelaskan terdiri dari para pelajar dari seluruh Bali, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan provinsi lainnya. “ ungkap Made Adita Wahyu Putri,(*).
