BIDIK BALI, DENPASAR – Pasca Hari besar Umat Hindu khusus nya di Denpasar Volume sampah dipastikan meningkat naik hingga 50 persen atau sebanyak 1200 ton dibandingkan hari biasa, masalah sampah sampai saat ini menjadi problem yang belum dapat dipecahkan bahkan,
keberadaan sampah yang selalu mengalami peningkatan drastis setiap hari apalagi pasca hari raya.
“Kata Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna,
Ia mengatakan, untuk hari biasa jumlah sampah yang dihasilkan di Denpasar sebanyak 600-800 ton per hari.
Adapun sampah Pasca hari raya yang didominasi sampah sisa upakara seperti, canang dan bunga, yang diangkut dari lokasi atau titik-titik yang dijadikan tempat sembahyang.
“Sampah yang mendominasi kebanyakan sampah organik, berupa sampah sisa sembahyang yang dapat diolah menjadi kompos,” uja Wiguna.
Maka untuk membersihkan pasca hari raya, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 400 orang petugas.
Dengan armada sebanyak 65 unit yakni, jenis truk, dam truk, hiluk, grenmax dan lainnya sebanyak 65 armada,” katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir jumlah sampah.
Selain itu, pemilahan sampah dari rumah tangga juga harus dilakukan agar mampu meminimalisir sampahyang dibuang ke TPA.
“Kami juga imbau kepada masyarakat agar mengurangi, membatasi penggunaan bahan plastik sekali pakai, serta selalu membawa tas ramah lingkungan yang bisa dipergunakan berkali-kali, dan ikut serta memilah sampah dari rumah tangga,” katanya.
Ia mengatakan, masyarakat wajib memilah sampahnya di sumber, termasuk dapat memproses menjadi kompos skala rumah tangga, serta ikut program swakelola sampah,” ucapnya.
