Puluhan Ribu Pemudik Masuk Bali

BIDIK BALI, JEMBRANA – Pasca perayaan Hari Raya Nyepi Rabu (25/3/2020) lalu, sekitar 42.652 orang pemudik masuk ke Bali.
Rata-rata orang yang masuk Bali itu didominasi oleh pemotor atau kendaraan roda dua.
Puluhan ribu pemudik masuk bali terpantau dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk selama 3 hari terakhir.

“ menurut Manager Usaha Pelabuhan Ketapang, Heru Wahyono, ia mengatakan, masuknya penumpang di tahun ini memang mengalami penurunan dibanding tahun 2019 lalu.
Perbandingan itu bahkan hingga 400 persen penurunannya ketika dibandingkan tahun 2020 ini.
Untuk tahun 2019, di H+1 Nyepi ada sekitar 48.543 orang penumpang masuk ke Bali.
Dan tahun ini hanya sekitar 11.542 orang penumpang.
Sedangkan di H+2 ada sekitar 16.954 , dan di H+3 ada sekitar 14.156 orang penumpang.
Dibandingkan dengan H+1 pada 2019 lalu, secara akumulatif di 3 hari lalu, jumlah orang masuk Bali pun masih di bawah atau jauh berkurang.
“Memang jauh turun karena dampak Covid 19 ini,” Katanya.

Ia menambahkan, untuk rata-rata per hari selama bulan Maret tahun 2019 lalu, penumpang akses pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk mencapai 17 ribu hingga 18 ribu.
Sedangkan di 2020 sendiri, paling tidak rata-rata hanya 13 ribu.
Menurun menjadi 4 hingga 5 ribuan per hari.
Tentu saja, penurunan ini, kata dia, cukup drastis.
Padahal, ketika Nyepi usai, penumpang masuk ke Bali cukup membludak.
“Kalau saat ini sangat jauh berkurang,” ungkapnya.

“ Sementara di tempat terpisah Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, AKP I Gusti Nyoman Sudarsana menyatakan, bahwa untuk kedatangan penumpang pihaknya biasanya memang melakukan penjagaan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk.
Dan termonitor pos 2 didominasi Roda 2 dan truk saja.
Sedangkan untuk bus reguler yang biasa mengangkut penumpang dari Jawa ke Bali sangat minim.
Begitu juga penumpang untuk bus pariwisata, bahkan nihil.
Atas minimnya kendaraan ini, kemungkinan memang karena dampak dari proteksi daerah masing-masing terhadap ancaman penyebaran Covid 19.
“Seluruh petugas kami imbau untuk menggunakan masker dan sarung tangan saat dalam pemeriksaan pengecekan kendaraan pribadi tersebut,” ungkap Nyoman Sudarsana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *