Pasar Seni Kumbasari Makin Menggeliat, Kunjungan Meningkat Promosi Perlu Digencarkan.

BIDIK BALI, DENPASAR – Kunjungan di Pasar Seni Kumbasari Nampak makin menggeliat. Tidak seperti pascapandemi Covid-19 yang kondisinya sempat mati suri. Kunjungan meningkat ditandai dengan ramainya lalu lalang wisatawan.
Promosi masih perlu terus ditingkatkan, salah satunya melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan OPD lainnya.
DI sisi lain, inovasi pun mulai nampak dilakukan pedagang mulai dari mengisi label harga hingga diskon dalam setiap produk yang dijual. Misalkan untuk barang 3 potong Rp100.000 sudah langsung tertera untuk menarik pembeli.

Seorang pedagang pakaian oleh-oleh, Astari saat dijumpai, mengakui kunjungan cukup ramai. Namun untuk pembelian belum begitu mengikuti. “Kunjungan memang ramai, namun yang beli baru satu dua,” katanya.)
Hal senada diungkapkan oleh pedagang lain, Dayu yang menjual pakaian grosir. Dia mengatakan, penjualan lebih mengandalkan pelanggan grosir untuk dijual kembali, Sementara untuk pembelian langsung belum begitu signifikan.

Dikonfirmasi terkait geliat Pasar Seni Kumbasari, Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, geliat kunjungan memang mulai tumbuh pascapandemi Covid-19. Tren kunjungan merangkak naik. Bahkan di Pasar Kumbasari sendiri menurutnya jarang sampai ada kios kosong. “Saat ini kondisi kios full,” katanya. Dari sisi penataan, kata Gus Kowi, panggilan akrabnya, sudah dilakukan semaksimal mungkin, termasuk parkir di lantai 1 yang kini sudah memadai. Hanya saja untuk promosi diakuinya belum maksimal.

Gus Kowi mengaku untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, harus ada keterlibatan dari OPD seperti Dinas Parwisata termasuk pelaku pariwisata.
“Kalau dari segi penataan kami rasa sudah cukup, parkir sudah ada. Sekarang tinggal promosi yang kami membutuhkan bantuan dari Pemerintah Kota,” terangnya. Saat ini, kata Gus Kowi,

“Penjualan pedagang di Pasar Seni Kumbasari didominasi oleh penjualan online serta pelanggan grosir. Jika kunjungan wisatawan bisa lebih ditingkatkan diharapkan penjualan langsung oleh pedagang juga bisa meningkat sehingga pasar seni benar-benar hidup dan menjadi pilihan wisatawan.” Ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *