SMAN  1 Dan SMA Negeri 2 Kuta Utara Siap Melaksanakan Metode Pembelajaran Secara Hybrid.

BIDIK BALI, BADUNG, Gubernur Bali I Wayan Koster, dalam sambutannya saat meletakan batu pertama pada pembangunan gedung SMA Negeri 2 Kuta Utara mengatakan, di masa pandemi seperti ini diharapkan sekolah dapat merubah bentuk pembelajaran dengan metode Hybrid,
sekarang ini mau tidak mau kita harus siap dengan metode yang baru yakni dengan menerapkan metode pembelajaran Hybrid yaitu 50 persen siswa belajar Tatap Muka disekolah dan 50 persen siswa belajar secara daring, untuk itu saya perintahkan kepada Dinas pendidikan Provinsi Bali untuk segera menyiapkan metode pembelajaran secara Hybrid, dan pelaksanaannya diharapkan tahun depan harus sudah dilaksanakan,” Kata Wayan Koster.

“ Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, I KN Boy Jayawibawa menyampaikan, pihaknya siap melaksanakan perintah Pak Gubernur dan segera akan membentuk tim untuk metode pembelajaran dengan Hybrid tersebut dan pelaksanaan minimal tahun depan sudah dilaksanankan,” ujar Boy Jayawibawa.

“ Sementara ditempat yang berbeda Kepala SMA Negeri 1 Kuta Utara I Gusti Nyoman Naranata dan juga selaku PLT SMA Negeri 2 Kuta Utara mengatakan, Pihaknya selaku kepala sekolah dari kedua sekolah tersebut siap untuk melaksanakan metode pembelajaran secara hybrid.
Kami sudah membentuk Tim untuk melaksanakan pembelajaran dengan motode Hybrid tersebut dan pelaksanaannya minimal tahun depan sudah dapat dilaksanakan” Kata Gusti Nyoman Naranata. Saat ditemui awak media diruang kerjanya, Senin, 30 Agustus 2021.

“ Saat disinggung terkait pembangunan gedung Sekolah baru I Gusti Nyoman Naranata menyampaikan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Bapak Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali yang telah mendengar permohonan kami untuk menambah gedung sekolah baru di Kuta Utara.
Mengingat pada setiap tahun ajaran Penerimaan Siswa baru selalu terjadi masalah, maka dengan adanya gedung baru yang di bangun oleh Bapak Gubernur diharapkan kedepan tidak ada lagi polemik saat penerimaan siswa baru karena semua tamatan SMP yang ada di kuta utara ini nantinya dapat tertampung,” Jelas Nyoman Naranata. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *