BIDIK BALI, BANGLI – Menteri ATR/ Kepala BPN RI, Hadi Tjahjanto melaksanakan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) secara serentak di 33 Provinsi se-indonesia, secara virtual yang dipusatkan di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah, Jum,at (3/2)
” Sementara di Kabupaten Bangli, acara Gemapatas dilaksanakan terpusat di Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Bangli, yang dihadiri oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bangli, I Gusti Agung Gede Warmadewa, Dandim 1626 Bangli, Perwakilan Polres Bangli, Perwakilan Kejaksaan Negeri Bangli, Camat Susut, Perbekel Pengiangan, serta undangan lainnya.
“ Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bangli, I Gusti Agung Gede Warmadewa menyampaikan, bahwa hari ini dilaksanakan pemasangan sebanyak 1 juta patok tanah diseluruh wilayah Indonesia, sedangkan untuk Provinsi Bali mendapat bagian sebanyak 10 ribu patok.
Untuk di Kabupten Bangli sebanyak 600 patok yang pemasangannya dilaksanakan di tiga desa diantaranya, Desa Pengiangan 414 Patok, Desa Pengotan 86 Patok dan Desa Sekaan 100 Patok,” Kata I Gusti Agung Gede Warmadewa.
“ Ia menegaskan, pemasangan patok ini sangat penting dilaksanakan karena meminimalisir konflik maupun sengketa batas tanah antar masyarakat.” Untuk tahun ini Kantor Pertanahan Kabupaten Bangli mendapatkan program PTSL sebanyak 516 bidang
Sehingga sesuai dengan Peraturan Menteri No: 6 Tahun 2018 tentang PTSL, yang dilaksanakan pertama adalah pengumpulan data fisik dan data yuridis. Untuk bisa melaksanakan pengumpulan data fisik maka dilaksanakan pemasangan patok sebagai tanda batas.
Gerakan Pemasangan Tanda Batas atau yang disebut “GEMAPATAS” bertujuan untuk mengurangi Konflik sengketa batas, “ Tegasnya.
“ Ia menambahkan, bahwa pada tahun 2022 lalu Kantor Pertanahan Kabupaten Bangli mendapatkan target PTSL sebanyak 2800 bidang, yang semuanya sudah selesai dikerjakan dan sertifikatnya juga sudah diserahkan kepada masyarakat, dan hari ini kami menyerahkan 278 sertifikat dari tiga desa antara lain, Desa Pengiangan 8 Sertifikat, Desa Sekaan 135 sertifikat dan Desa Pengotan 135 sertifikat,” imbuhnya.
“ Sementara itu Bupati Sedana Arta dalam sambutannya mengatakan, semenjak kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo, kita merasakan bahwa program reforma agraria khususnya pensertifikatan lahan dan kepemilikan tanah dari seluruh masyarakat terus digenjot dan tanpa adanya pungutan ataupun biaya, jadi cerita lama tentang susahnya mengurus sertifikat belakangan ini mulai sudah tidak ada lagi, langkah – langkah yang diambil oleh Kementrian ATR dan Kantor Pertanahan yang perlu kita apresiasi demikian juga untuk di Kabupaten Bangli bukan saja enataan aset oleh warga saja, namun penataan aset Pemerintahan juga harus mulai di tata,” Kata Sedana Arta.
“ Terkait pensertifikatan aset pemerintah di Kabupaten Bangli Sedana Arta menyampikan, setiap tahunnya sudah dilaksanakan, yang langsung dimonitor oleh KPK RI dan juga sudah dibantu secara maksimal oleh BPN Kabupaten Bangli. Maka melalui GEMAPATAS diharapkan kepemilikan di Kabupaten Bangli semakin jelas, agar nantinya tidak menimbulakan konflik dikemudian hari antar generasi dilingkungan keluarga, maka kesempatan ini harus disambut baik oleh masyarakat,” Ungkapnya.(*).
