BIDIK BALI, DENPASAR – PJ Gubernur Bali Mahendra Jaya ingin mengajak Masyarakat Bali kembali budayakan Gotong Royong, yang mana masyarakat bali sebelumnya dalam menjalankan berbagai hal terkenal dengan budaya gotong royong, bahkan budaya ini sudah terkenal di seluruh dunia yang tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat bali,” Hal itu disampaikan Mahendra Jaya saat bincang bincang santai hingga tengah malam di kediaman Jaya Sabha bersama dokter Bagus Darmayasa yang juga sebagai Direktur RS Puri Raharja. Minggu malam ( 17/9/2023.
“ Menurutnya, Ada beberapa istilah Gotong Royong yang merupakan warisan leluhur Bali yakni,
1 .Mesilih-Bahu Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu silih dan bahu, Silih artinya meminjam dan bahu arti harfiahnya bahu.
Dalam konteks ini, bahu yang dimaksud adalah bahu binatang, khususnya binatang yang digunakan dalam pengolahan tanah seperti sapi dan kerbau.
2. Meslisi, Meslisi terbentuk dari kata dasar slisi, yang merupakan jenis gotong royong yang berarti membantu secara bergantian.
Hal ini sering dilakukan masyarakat dalam banyak aspek kehidupan, seperti bertani, bidang pembangunan, atau kerajinan masyarakat.
3.Ngrombo,
Jenis berikutnya adalah ngrombo yang dikerjakan seseorang sekelompok orang untuk membantu orang atau kelompok tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan bantuan tenaga tambahan sehingga pekerjan yang dihadapi seseorang atau kelompok yang memerlukan bantuan dapat diringankan dan dipercepat penyelesaiannya.
Dalam bincang bincang santai hingga tengah malam di kediaman PJ Gubernur Bali di Jaya Sabha dokter Bagus yang juga seorang seniman menyerahkan sebuah lukisan wajah, PJ Gubernur Bali , Irjen Pol Sang Made Mahendra Jaya. (*).
