BIDIK BALI, JEMBRANA – Proyek pembangunan jembatan Yehembang – Kedisan kini sudah mulai dikerjakan saat ini Warga desa Yehembang bisa bernafas lega, pasalnya jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bandang pada september tahun lalu, saat ini sudah mulai di kerjakan sementara anggaran pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana BKK Provinsi Bali tahun 2023 sebesar Rp. 4,6 milyar lebih.
Jembatan yang akan dibangun saat ini panjang 36 meter dengan lebar 5 meter dengan kontruksi lebih tinggi dari sebelumnya yakni untuk mengantisipasi debit air sungai yang dikhawatirkan akan kembali tinggi saat musim hujan.
“ untuk itu kita tinggikan kurang lebih sekitar 3 meter,” Kata Kadis PUPR Jembrana I Wayan Sudiarta saat mendampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam sosialisasi pembangunan jembatan, Selasa (16/5).
“ Terkait infrastuktur jalan di Kabupaten Jembrana Sudiarta menjelaskan, dari total 1075 Km panjang jalan di Kabupaten Jembrana saat ini dalam kondisi baik 707,97 Km, rusak berat 102,8 Km dan rusak ringan 141,4 Km
Dengan total panjang jalan kabupaten mencapai 1075 km, jumlah jalan rusak ringan mencapai 141,4 km sedangkan rusak berat sepanjang 102 ,8 km. namun menurut standar pemerintah pusat masih tergolong baik sebesar 79 persen. Angka ini masih lebih tinggi dari yang disyaratkan, yaitu standar nasional sebesar 75 persen.
Khusus tahun ini, pihaknya hanya memiliki angggaran untuk infrastruktur jalan dan jembatan sebesar 15,2 milyar.
Sedangkan, untuk perbaikan jalan rusak berat tadi, diestimasikan membutuhkan anggaran total sebesar Rp 300 milyar. Jadi masih jauh dari anggaran yang dibutuhkan.
Keterbatasan anggaran itu Kata Sudiarta, karena ada penurunan DAK Pusat sehubungan berbagai kebijakan strategis pemerintah pusat. Selain itu untuk keperluan recofusing anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi covid -19, serta beban belanja daerah untuk kebutuhan penganggaran pemilu sehingga anggaran dimiliki pemerintah daerah menjadi terbatas.
Untuk itu kata Sudiarta, Bupati Jembrana sendiri sudah mencarikan beberapa solusi. Diantaranya melalui permohonan BKK provinsi serta anggaran pusat. Disamping itu dibutuhkan kesadaran warga Bersama sama menjaga umur jalan, terutama dari genangan aliran air selokan sehingga lebih awet.
“Kita telah mengajukan BKK sebesar Rp 20 milyar, selain itu juga mengajukan ke kementrian PUPR senilai Rp. 79 milyar untuk jalan kabupaten. Sedangkan jalan desa nantinya akan kita lakukan pendataan dengan menggunakan dana APBD, karena kewenangan jalan kabupaten dan desa ada di pemerintah daerah,” jelasnya.
“ Sementara itu, Bupati Tamba menuturkan pemerintah daerah terus berupaya membenahi infrastruktur-infrastruktur yang ada di Kabupaten Jembrana, apalagi hal itu merupakan kepentingan publik.
Termasuk jembatan Yehembang-kedisan ini, yang merupakan akses penghubungan beberapa desa dan banjar didalamnya.
“Hari ini, sudah mulai dibangun, astungkara bisa selesai dibangun tepat waktu dan nantinya bisa digunakan kembali oleh masyarakat untuk mobilitas perekonomian,” ungkapnya dihadapan Prekebel, Bendesa dan warga sekitar.
Ia turut mengungkapkan untuk jembatan Nusamara yang juga rusak akibat diterjang banjir bandang, semoga bisa dieksekusi tahun depan ditahun 2024.
Saat ini, selain jembatan juga terdapat infrastruktur jalan yang rusak, nah ini tentu juga menjadi prioritas yang harus dibenahi. Melihat keterbatasan anggaran pemerintah daerah, Pihaknya telah mengajukan permohonan DAK (Dana Alokasi Khusus) kepada Kementrian PUPR RI.
“Astungkara apa yang kita ajukan membuahkan hasil, sehingga secara bertahap infrastruktur Jembrana bisa segera dibehani,” ungkap Bupati.(*).
