BIDIK BALI, DENPASAR – dalam rangka memperingati HUT PGRI ke 78 dan HGN 2023 PGRI Kota Denpasar menggelar seminar masalah Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan bertempat di aula Dinas PNPM Provinsi Bali yang diikuti oleh 560 orang guru melalui Off Line dan ON Line sementara yang hadir saat ini 206 orang dan sisanya melalui ON Line.
Menurutnya, diadakannya seminar transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah dengan harapan antara instansi guru guru TK dan SD itu bisa satu frekwensi artinya anak anak dari PAUD pada waktu masuk ke SD tidak lagi ada test Calistung ( Baca Tulis Berhitung ) sesuai dengan Permendibud.
Dan ini menjadi probem orang tua maka dengan seminar ini antara guru PAUD dan SD bisa satu frekwensi sehinga test Calistung itu ditiadakan sesuai Permendikbud sehingga proses belajar menyenangkan bisa dilaksanakan,” Kata Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd saat ditemui awak media disela sela kegiatan. Sabtu (18/11).
“ Kepala Sekolah SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya. M.Pd yang juga Ketua PGRI Kota Denpasar mengatakan, beberapa rangkain kegiatan sudah dilakukan menjelang HUT PGRI ke 78 antara lain, mengadakan Work Shop masalah SPM dari tanggal 26 -29 oktober 2023, yakni Masalah Plat form Merdeka belajar dan kegiatan tanggal 12 Nopember 2023 pihaknya mengadakan persembahyangan bersama dengan para guru cabang cabang PGRI di Pura Jagatnatha Denpasar, kemudian tanggal 15 mengadakan bakti sosial peduli kasih bagi guru guru yang mengalami sakit permanen dengan memberi bantuan berupa sembako dan saat ini kita mengadakan seminar Transisi PAUD ke SD yang menyenagkan dan nanti pada tanggal 25 Nopember 2023 kita mengadakan upacara bendera sedangkan puncak HUT PGRI ke 78 kita adakan di SMK PGRI 3 Denpasar,” Ujar Ketut Suarya.
“ Sementara Ida Ayu Maharatni nara sumber dari HIMSI Bali,( Himpunan Sikologi Wilayah Bali) Menyampaikan, transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan kemarin memang ada miskonsepsi dimasyarakat kita, jadi masuk ke SD harus bisa Calistung ( Baca Tulis Berhitung) yang sering jadi problema justru dari orang tua dengan memaksa anak anak untuk les agar diterima di SD , nah kita sekarang duduk bareng Guru PAUD dan Guru SD
Kami dari Himsi dan KPAD Bali ingin menyampaikan kenapa anak takut masuk ke SD karena sampai disana mereka mengalami ketidak nyamanan dipaksa baca dan seterusnya , nah akhirnya anak bisa baca karena dia Les tapi tidak bermakna, disinilah kita duduk bareng bersama guru PAUD dan SD kita bahas bersama termasuk didalamnya mengenai Buli itu, “ maka dengan seminar yang luar biasa saat ini kita harapkan dapat menggabungkan dan menyamakan presepsi bahwa anak kita siap dulu belajar dan akhirnya menjadi pembelajar sepanjang hayat, “ dengan kata kunci bagaimana membuat proses belajar itu menyenangkan dan menjadi generasai pembelajar sepanjang hayat, “ Kata Ida Ayu Maharatni dari HIMSI Bali.
Nara sumber dari KPAD Bali, Lilik Ismurtono Santoso mengatakan, Yang ditekankan dari sisi KPAD Bali adalah menyemangati para guru tetap melaksanakan apa yang sudah difasilitasi oleh pemerintah lewat program yang ada yakni dari Kemenristek, Kemen TPA yang semuanya terkait ber fokus pada masalah anak, maka dengan adanya Permendikbud No.26 tahun 2023 diharapkan agar anak anak itu aman, nyaman dan menyenangkan dalam pembelajaran sehari – hari di sekolah, “ ungkapnya.(*).
