BIDIK BALI, KLUNGKUNG – Bendesa adat goa lawah Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung, dokter Bagus Darmayasa sampaikan, Tri Hita Karana berasal dari kata Tri yang berarti tiga, Hita yang berarti kebahagiaan dan Karana yang berarti penyebab.
Maka Dengan demikian arti dari” Tri Hita Karana” adalah “ Tiga Penyebab terciptanya Kebahagiaan”. “ Kata Bendesa adat goa lawah, dokter Bagus Darmayasa, belum lama ini saat ditemui awak media.
“ Menurutnya, Konsep kosmologi Tri Hita Karana adalah merupakan falsafah hidup tangguh yakni, Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.
Jadi Pada dasarnya hakikat ajaran Tri Hita Karana adalah menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini.
Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain, Jadi setiap hubungan memiliki pedoman hidup saling menghargai sesama aspek sekelilingnya.
Maka pada Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari daripada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tenteram, dan damai, “ ujarnya.
“ Lebih lanjut dokter Bagus mengatakan, Hakikat mendasar dari Tri Hita Karana yakni, mengandung tiga pengertian yang menyebabkan kesejahteraan itu dan bersumber pada keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhan nya, Manusia dengan alam lingkungannya, dan Manusia dengan sesamanya.
Maka dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup moderen yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme.
Untuk itu maka dengan membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak.”pungkasnya.(*).
