BIDIK BALI, JEMBRANA – Dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara menggelar kegiatan tradisi mepatung yang melibatkan seluruh pegawai, warga binaan pemasyarakatan, serta keluarga WBP.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan Rutan Negara.
Tradisi mepatung merupakan kegiatan mempersiapkan berbagai kebutuhan upacara keagamaan secara gotong royong menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama membuat sarana upacara, menyiapkan perlengkapan sembahyang, serta melakukan berbagai persiapan lainnya yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali.
“ Kepala Rutan Negara menyampaikan, bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyambut hari raya keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui penanaman nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan pelestarian budaya lokal.
“Melalui kegiatan mepatung ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkuat hubungan antara pegawai, warga binaan, serta keluarga warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melestarikan tradisi dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pegawai, WBP, dan keluarga WBP saling bekerja sama dalam setiap tahapan persiapan, sehingga menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif di dalam Rutan.
Kegiatan tradisi mepatung ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan serta memberikan makna spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.
“ Melalui momentum ini, Rutan Negara terus berkomitmen mendukung pembinaan warga binaan yang berlandaskan nilai-nilai budaya, keagamaan, dan kemasyarakatan.” Ungkap Karutan Negara.(*)
