BIDIK BALI, BULELENG – Satu satunya bendungan di Asia Tenggara yang menggunakan Inti Aspal yakni bendungan Tamblang Kecamatan Kubu tambahan Kabupaten Buleleng, sedangkan untuk pengerjaan proyek bendungan tersebut saat ini sudah mencapai progres 71 persen , melebihi target 3 persen dari target yang ditentukan.
Bendungan Tamblang yang dikerjakan PP Adijaya KSO dengan Anggaran Rp 800 miliar lebih yang bersumber dari dana APBN diharapkan nantinya dapat diselesaikan pada Desember 2022.” Kata Satker Bendungan BWS Bali- Penida Provinsi Bali, I Gusti Wandira, saat diminta keterangannya dengan awak media.
“ Lebih lanjut Gusti Wandira, mengatakan, pengerjaan bendungan tamblang saat ini pengerjaannya meliputi Tubuh bendungan dan intake Tower dan pengerjaannya sedah mencapai 30 persen sedangkan pengerjaan intake tower mencapai 70 persen, dan bangunan pelimpah progresnya sudah mencapai 100 persen, sedangkan pembangunan bendungan utama mencapai 39 persen dan bangunan mercu sudah selesai dikerjakan,“ Ujar Wandira.
“ Wandira menjelaskan, bendungan tamblang ini merupakan bendungan satu satunya yang menggunakan Inti Aspal, dengan menggunakan inti aspal volume flexibilitasnya lebih tinggi lebih kedap dari kebocoran, selama pengerjaan pihaknya mengatakan tidak mengalami kendala yang signifikan, ia pun optimis proyek dapat selesai dikerjakan tepat waktu pada Desember 2022.
Setelah pembangunan pisik selesai ia menyebutkan, bendungan tidak dapat dioperasikan, pihaknya harus memenuhi beberapa sertifikat seperti, sertifikat menggenangi dan setifikat operasional yang diterbitkan oleh Pihak Kementrian. “ Jelasnya.
“ Sementara Heri Suwondo Tenaga Ahli Geologi Pembangunan Bendungan Tamblang Mengatakan, Pembangunan bendungan tamblang merupakan bagian dari sejarah karena menggunakan inti aspal,
“ Menurutnya, Pembangunan bendungan dengan menggunakan inti aspal ini baru pertama kali dilakukan di Asia tenggara, keuntungan yang diperoleh yakni lebih kedap dari kebocoran serta tahan gempa dan bisa melakukan self healing.
Seperti diketahui luas bendungan tamblang mencapai 73,6 hektar dengan tinggi 68 meter dan mempunyai kapasitas daya tampung mencapai 7,6 juta meter kubik dengan pemanfaatan penyediaan air baku sebesar 510 liter per detik yang nantinya dapat melayani 2 kecamatan, kecamatan Kubu tambahan dan kecamatan sawan dan dapat mengairi 588 hektar sawah serta mempunyai potensi pembangkit listrik 0,5 mega watt. “ Kata Heri Sowondo. (BB- 01).
“ Pihaknya optimis Proyek Pembangunan bendungan tamblang yang dikerjakan PP Adijaya KSO nantinya dapat di selesaikan tepat waktu yakni Desember 2022.” Ucap Heri Suwondo. (BB/01).
