Dokter Bagus Darmayasa Berikan Kejutan Kepada Prof Henry Yosodiningrat Sebuah Lukisan Wajah Saat Acara Syukuran.

BIDIK BALI, SEMARANG – Dokter Bagus Darmayasa berikan sebuah kejutan kepada Prof. Henry Yosodiningrat, SH, MH, yakni sebuah lukisan wajah pada acara malam Syukuran yang digelar Prof. Henry di Hotel Tentrem, Semarang, usai meraih gelar guru besar (Profesor) yang di kukuhkan di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, Jum,at ( 2/6/2023).

Dokter Bagus merasa bahagia dapat menyerahkan cinderamata berupa sebuah lukisan wajah kepada Prof Henry sang pengacara kondang yang juga merupakan seorang politisi dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP Granat)
Dalam lukisan hitam putih yang berbingkai indah itu tampak Prof Henry Yosodiningrat memakai toga kebesaran sebagai guru besar.
“ Izin Prof, saya diminta khusus oleh abang saya, Bang Togar untuk membuat kejutan dengan memberi lukisan cinderamata ini,” Kata Dokter Bagus.
Sambil tersenyum bahagia, Prof. Henry Yosodiningrat menerima lukisan itu dan menyampaikan terima kasih kepada Dokter Bagus sambil menepuk-nepuk bahu mantan Dirut RS Bali Mandara itu.
“Ini kejutan dari sahabat saya yang jauh-jauh datang dari Bali, Dokter Bagus,” ujar Prof Henry dengan rasa bahagia.

Usut punya usut, kejutan itu ternyata hasil ‘kolaborasi’ Dokter Bagus dengan Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar, mantan Kapolda Bali.
Dokter Bagus diminta khusus oleh Bang Togar—sapaan akrab mantan petinggi Polri itu agar membuat lukisan spesial untuk Prof Henry.

Sama seperti Bang Togar, Prof. Henry merupakan sahabat baik dari Dokter Bagus. Oleh karena itu, dengan senang hati, bahkan merasa sangat terhormat, ketika dia diminta oleh Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar untuk melukis wajah Prof. Henry. “Kami bersahabat baik sudah sejak lama,” ujar Bang Togar.
Sosok Bagus Darmayasa sendiri sangat unik. Selain sebagai dokter dan menjabat Direktur Rumah Sakit, dia juga dikenal sebagai seorang seniman lukis.
Karyanya sudah sangat terkenal di Bali, bahkan secara nasional, karena sudah beberapa kali melakukan pameran. Yang menarik, dan ini khas, Dokter Bagus selalu melukis hampir semua tokoh dan sahabat yang dijumpainya.
Sudah tak terhitung, mungkin ribuan, lukisan tentang para tokoh yang digoreskannya.
Biasanya, para tokoh itu mudah sekali mengenang Dokter Bagus, karena lukisannya pasti dipajang di rumah pemiliknya sebagai kenang-kenangan.
Seperti minggu lalu, mantan Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek bersama rombongan dokter alumni UI mampir ke RS Puri Raharja untuk bersilaturahmi dengan Dokter Bagus.
Beberapa tahun lalu, Dokter Bagus pernah secara khusus datang ke kantor Kemenkes—saat itu Prof Nila Moeloek masih menjabat Menkes, untuk membawa cinderamata lukisan sang Menkes.
“Entah mengapa, saya bahagia sekali kalau membuat lukisan dan menyerahkan kepada orang-orang yang saya kenal. Bukan hanya kepada para tokoh yang menduduki posisi penting, tetapi juga kepada para sahabat yang orang kebanyakan,” ujar Dokter Bagus tentang kebiasaan uniknya itu.
Dan bagi yang menerima pasti sangat senang, karena cinderamata berupa lukisan diri sangat memorable. Benar nubuat orang bijak, ‘one picture is worth a thousand words, satu gambar bernilai ribuan kata(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *