Dicegat di Pelabuhan Gilimanuk Ratusan Orang Gagal Mudik.

BIDIK BALI, JEMNRANA – Setelah Pemerintah Pusat telah memberlakukan larangan mudik mulai jumat 24/4 – 30/5 / 2020 namun ada ratusan kendaraan baik roda 4 dan roda2 yang datang dari arah bali menuju pelabuhan gilimanuk untuk menyebrang, akibatnya calon para pemudik terpaksa dicegat dan diarahkan balik ke asal keberangkatan. namum demikian tidak sedikit yang menolak dikembalikan banyak yang tetap ngotot meneruskan perjalanan ke jawa karena mengaku tidak untuk mudik,
sementara meski banyak yang berdalih untuk mudik puluhan orang yang menggunakan motor maupun mobil dari Denpasar menuju pelabuhan gilimanuk terpaksa balik kanan, polisi tidak mentolelir orang yang akan mudik di saat ada larangan mudik karena pandemi Covid 19.

“ Kapolres Jembrana. AKBP I ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, operasi ketupat untuk tahun ini dimulai lebih awal dan lebih lama yakni sekitar 37 hari. Selama operasi sebanyak 211 personil di terjunkan untuk mengamankan seluruh wilayah hukum polres jembrana terutama di jalur utama Denpasar – Gilimanuk pihaknya juga sudak memdirikan pos pemgamanan dan Pos Penyekatan dengan jumlah masing masing 3 pos,
,pos penyekatan yang berada di tiga tempat khusus untuk mencegah pemudik pos penyekatan ada di wilayah pengeragoan pemyekat pemudik dari Denpasar ,Tabanan, atau bali Selatan lainnya menuju ke Jawa, sedangkan pos penyekatan terminal Negara untuk penyekat pemudik dari wilayah jembrana dan yang masih ada lewat di pos pengeragoan. “Terangnya.

Sedangkan pos penyekat terakhir berada di terminal kargo gilimanuk, pos yang berada di lingkungan penginuman tersebut untuk mencegah pemudik dari wilayah kecamatan negara dan pemudik dari wilayah buleleng 3 Pos itu yang kita gunakan untuk penyekatan dengan tujuannya untuk melaksanakan Instruksi Presiden. Mengenai larangan mudik, “ ujarnya

Sejak operasi ketupat berlangsung Kapolres menyebutkan, sudah ada ratusan orang yang dikembalikan agar tidak mudik , kendaraan yang dikembalikan adalah mayoritas kendaraan roda dua. meski ada larangan mudik pelabuhan gilimanuk tetap buka dan beroperasi normal hanya saja pelabuhan diperioritaskan untuk kendaraan yang membawa logistik dari jawa menuju bali, NTT dan NTB, maupun sebaliknya , logistik tetap jalan cuma untuk warga yang mudik dilarang. tegasnya. pihaknya akan berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mencegah pemudik dari awal yakni dari pembelian tiket karena sampai saat ini belum di berlalukan 100 persen mengenai pembelian tiket secara daring masih belum dilaksanakan, pelaksanaan nanti 1 mei. nanti akan dikordinaikan dengan ASDP, apabila ada pengguna jasa penyerangan agar bisa diseleksi lebih ketat, “ Ungkapnya
(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *