Kasus Covid-19 Denpasar, Sembuh dan Bertambah Positif Seimbang, Meninggal Sebanyak 3 orang.

BIDIK BALI, DENPASAR – Ibu Kota Provinsi Bali (Denpasar) mengalami peningkatan kasus Covid-19 dan masih ada penambahan kasus positif Covid-19 ditemukan.
Hal tersebut dikemukanan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar dimana kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak
Diketahui, berdasarkan Data GTPP Covid-19 Kota Denpasar, persebaran kasus positif tercatat mengalami lonjakan tinggi di dua wilayah desa/kelurahan.

Yakni Desa Tegal Harum dan Kelurahan Padangsambian yang mencatatkan penambahan kasus tertinggi dengan 3 kasus baru. Disusul Kelurahan Panjer yang mencatatkan penambahan kasus sebanyak 2 orang.
Sedangkan 10 desa/kelurahan lainya mencatatkan penambahan kasus msing-masing 1 orang dan sebanyak 30 desa/kelurahan nihil penambahan kasus.
Terkait kasus meninggal dunia, pasien pertama diketahui seorang perempuan dengan status domisili di Desa Sumerta Kaja.

Dimana, pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 12 November 2020 dan dinyatakan meninggal dunia pada 3 Desember 2020 dengan riwayat penyakit Diabetes Militus.
Untuk pasien kedua diketahui seorang laki-laki dengan status domisili di Desa Pemecutan Kelod. Dimana, pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 23 November 2020 dan dinyatakan meninggal dunia pada 4 Desember 2020.
Sedangkan untuk pasien ketiga diketahui seorang laki-laki dengan status domisili di Desa Ubung Kaja. Dimana, pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 30 November 2020 dan dinyatakan meninggal dunia pada 3 Desember 2020 dengan riwayat penyakit Hipertensi.

“Kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih terus mengalami pergerakan. Sehingga GTPP tetap memberikan perhatian serius bagi wilayah yang kasusnya yang cukup tinggi,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat jumpa persnya, Jumat 4 Desember 2020.
Ia melanjutkan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.
“Bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius GTPP Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir oleh Camat,” jelas Dewa Rai.

“ Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil callling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.
“Mari bersama sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.
Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa GTPP mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data diketahui angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 3.681 orang (93,57 persen), meninggal dunia sebanyak 90 orang (2,29 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 163 orang (4,14 persen), sementara itu kasus positif secara komulatif tercatat sebanyak 3.934 kasus.
Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan covid 19 tidak semakin meluas.
“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” tutup Dewa Rai (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *