Normalisasi Tukad Yeh Sah Kecamatan Selat Karangasem, Memberikan Nilai Lebih Untuk Masyarakat.

BIDIK BALI, KARANGASEM – Pengerjaan Proyek Normalisasi Tukad Yeh Sah Desa Muncan Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem memberikan nilai lebih bagi masyarakat setempat, pasalnya Masyarakat setempat pada masa Pandemi Covid – 19 banyak yang menganggur sehingga banyak warga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya, mereka sebelumnya bekerja di bidang pariwisata dan Scurity namun masa Pandemi mereka diberhentikan dari pekejaan dan ada juga yang di rumahkan, Dengan adanya Proyek Pengerjaan Normalisasi Sungai yang mana Pihak Rekanan Yakni, PT Nindya Karya selaku Pelaksana, mengerjakan masyarakat setempat dalam pengerjaan proyek tersebut, sehingga saat ini masyarakat mendapat penghasilan, itu artinya daya beli masyarakat meningkat.” Hal itu disampaikan “ masyarakat yang tinggal didaerah aliran sungai Tukad yeh Sah. (Sabtu 12/12).

“ PengerjaanProyek Normalisasi Tukad Yeh Sah dan Tukad Unda merupakan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali yang mana dari Kegiatan ini Pemerintah Pusat menggelontorkan dana sebesarRp.241,4 Miliar melalui APBN 2020 – 2022 dan Provinsi Bali melalui APBD berencana tahun 2020 sebesar Rp.74,7 miliar sebagai ganti lahan.
“ Kegiatan Normalisasi Sungai bertujuan untuk melalukan perlindungan wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai Tukad Yeh Sah dan Daerah Aliran Sungai Tukad Unda yang akan menurunkan resiko bencana terjangan lahar dingin akibat erupsi Gunung Agung pada wilayah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung.

“ Menurut PPK Sungai Pantai I, Balai Wilayah Sungai – Penida Provinsi Bali, Ketut Asmara Putra, pihaknya menyampaikan, Untuk kegiatan Kontruksi normalisasi tukad yeh sah sudah mulai dikerjakan, pengerjaanya dimulai pada September 2020 dan diselesaikan pada tahun 2022 dengan sistem Multiyears Kontrak.
“ Kegiatan Kontruksi pada Daerah Aliran Sungai Tukad Yeh Sah sepanjang 900 meter saat ini meliputi Pembangunan Cek Dam dan Penguatan Tebing Sungai, dan untuk Konstruksi penguatan tebing sungai nantinya akan menggunakan bahan batu kali, sedangkan untuk progres kegiatan kontruksi Tukad yeh Sah , secara Total Multi years sudah melampaui target yakni 3,327 persen target yang dicapai dari 0,602 persen target yang ditentukan.” Kata Ketut Asmara.

“ Lebih kanjut dikatakan, Pengendalian Banjir muara Tukad Unda desa Tangkas Kabupaten Klungkung , nantinya akan dikembangkan menjadi Kawasan inti penunjang Pusat Kebudayaan Bali dan juga dapat digunakan untuk kegiatan olah raga air bagi publik, sekaligus taman Rekreasi masyarakat Klungkung dan sekitarnya.

“ Sedangkan Pengerjaan Kontruksi Pengendalian banjir DAS Tukad Unda dengan panjang 2.250 meter dan lebar 70 meter, serta kedalaman aliran sungai 6 meter Meliputi, Pembangunan Cek Dam pelintas, Penguatan tebing sungai, dan Penguatan tanggul serta Groun sill dan Jetty pencegah sedimentasi muara,
Namun Untuk saat ini Pengerjaan Kontuksi tersebut belum dikerjakan mengingat Penguatan Tanggul harus menggunakan Beton Pracetak , yang mana beton tersebut harus melaui Uji mutu tapi kami sudah melakukan persiapan untuk mulai dikekerjakan. “ Ungkapnya.

“ Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Provinsi Bali, Maryadi Utama mengatakan, memang diperlukan sinergi untuk mengendalikan banjir aliran lahar dingin yang sering terjadi di DAS Tukad Unda dengan rencana pekerjaan Pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah hingga pembangunan tanggul penampang ganda Tukad Unda, dan pekerjaan jetty.

Sedangkan Pembangunan pengerjaan kontruksi ini dikerjakan oleh PT Nidya Karya dan PT Bina Nusa Lestari sebagai Pelaksana, dan rencana pelaksaannya diselesaikan pada Desember 2022 dengan sistem multiyears kontrak.” Kata Maryadi Utama.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *