Direktur Kepesantrenan Yayasan Ar-Rasyid menjadi panel speaker dalam Simposium Santri.

BIDIK BALI, SUMENEP – Simposium khazanah pemikiran santri dan kajian pesantren (MU’TAMAD) merupakan perhelatan tahunan yang diselenggarakan oleh PD Pontren Kemenag RI. Mu’tamad kali ini dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition Serpong Tenggerang (13-15 Oktober 2021).

Acara ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Ali Ramdhani dan dihadiri oleh santri-santri yang makalahnya terpilih untuk diperenstasikan secara luring maupun daring. Salah satu peserta pembicara luring ialah Shulhan, Diretur Kepesantrenan Yayasan Ar-Rasyid, dosen STIT Aqidah Usymuni dan Anggota LBM PCNU Sumenep.

“ Shulhan menyampaikan gagasanya dalam tulisan berjudul, “Tren Baru Pesantren Untuk Visi Indonesia Emas 2045”. Dia menekan dua hal yakni pembaharuan arsitektur tata kelola pesantren dan proyeksi baru lulusan pesantren.

“Out put pembelajaran pesantren harus terbentuk santri mampu membaca kitab, hafal Al-Quran dan Al-Hadist, mengusai dasar-dasar ilmu pengetahuan yaitu Matematika, IPA dan Bahasa Inggris”, jelasnya di depan peserta panel.

Direktur Shulhan Society School ini menjelaskan lebih lanjut bahwa kaum santri harus menguasi ilmu terapan yang dapat digunakan untuk mengolla sektor riil di sekitar mereka seperti pertanian, perikanan dan kelautan.

“Capital resource sangat dekat dengan santri. Jangan tinggalkan ini dan santri harus mengambil peluang dengan cara kuasai ilmu terapan, teknologi dan Bahasa Inggris. Kita harus bermimpi secara terukur tahun 2045 mendatang menteri keuangan, pertanian dan kesehatan misalnya dari kalangan santri”, tambahnya.

Perhelatan ini merupakan bagian dari program Kemenag untuk menjaring pemikiran dari kalangan santri untuk dijadikan bahan input dalam menyusun kebijakan. Acara ini merupakan bagian dari perhelatan akbar Hari Santri Nasional (HSN) 2021,”Ujarnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *