BIDIK BALI, DENPASAR – Biznet melalui Program CSR menyiapkan bantuan sebanyak 150 Mooring Buoy yang nantinya akan dibagikan kepada para pemilik kapal yang ada di Kawasan tanjung benoa, Sanur, Singaraja dan Padang Bai Karangasem, dan hari ini Rabu 12 Pebruari 2020 bertempat di Bayu Suta Water Sport tanjung benoa, Badung. Binzet memberikan bantuan sebanyak 25 unit Mooring Buoy kepada 2 operator wisata bahari yakni, Bayu Suta Water Sport dan Basuka. “ Kata Adi Kusuma. President Director Binzet. Dengan awak media.
Lebih lanjut dikatakan, pemberian Mooring Buoy kepada pemilik kapal adalah untuk membantu mencegah aktivitas penambatan jangkar kapal pada terumbu karang secara sembarangan yang nantinya dapat beresiko merusak terumbu karang dan ekosistem laut lain nya. Karena terumbu karang merupakan estetika bawah laut yang justru memberikan nilai tambah bagi ekonomi pariwisata Bali.
Menurut nya, Mooring Buoy adalah salah satu alat yang dapat mengurangi kerusakan pada terumbu karang, selain itu Mooring Buoy juga merupakan sebuah alat yang mengapung yang berfungsi sebagai marka untuk menunjukkan perbedaan wilayah atau Marka untuk menjatuhkan jangkar dan sekaligus sebagai petunjuk untuk berlabuhnya sebuah kapal.” Jelas Adi Kusuma.
Ia berharap, program ini nantinya dapat terus berkelanjutan serta dapat terbentuk nya group pengguna Mooring Buoy yang melibatkan Pemerintah setempat dalam pengelolaan kawasan wisata bahari dan peguyuban nelayan sehingga tugas group nantinya dapat melakukan pendataan serta perawatan Mooring Buoy yang telah disediakan oleh Binzet.” Harapnya.(*)
“ Sementar Bagus Wicaksono Senior Manager Sales Regional 2 at Biznet Networks. Menyampaikan, mooring buoy yang ada beton aslinya nantinya ada tali, ke atas agar bisa diketahui tali itu, maka digunakan mooring buoy fungsinya supaya posisi mooring buoy
itu berada lebih terlihat bagus.
“Sehingga banyak masyarakat kita menggunakan jangkar bersama membuat
mooring buoy, tetapi karena keterbatasan biaya akses untuk menggunakan mooring buoy ini, akhirnya menggunakan jurigen, jurigen, jadi lautnya kelihatan kotor, tidak propesional.”ungkap.Bagus Wicaksono.
Menurut Bagus Wicaksono, dari situlah kita melihat pantainya kotor, Kita kerja tidak setengah-setengah kita sudah mendatangkan traktor ke bali untuk membersihkan pantai,
“Kita melihat kondisi seperti ini, biznet tergugah dari yang lain, hingga kami berinfestasi, untuk menyumbangkan beberapa mooring buoy, kepada pelaku-pelaku pariwisata atau nelayan-nelayan di pantai supaya tidak membuang jangkar.”Ucap.Bagus Wicaksono. Rabu, 12 Pebruari 2020.
