Dewan Sorot Proyek Pembangunan SD 3 Peguyangan Yang Molor.

BIDIK BALI, DENPASAR– Wakil rakyat di DPRD Kota Denpasar angkat bicara soal belum tuntasnya proyek fisik pembangunan SD 3 Peguyangan, Denpasar Utara. Pihaknya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar merencanakan lebih awal agar pelaksanaan pembangunan di tahun 2020 nanti tidak terhambat seperti tahun ini.
Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Ir. Eko Supriadi mengungkapkan, agar Pemerintah juga lebih selektif dalam menentukan pemenang tender, ia juga berharap instansi yang punya wewenang, baik itu POKJA maupun ULP harus tahu track record rekanan yang akan di menangkan, agar jangan sampai terulang banyak pekerjaan yang molor alias tidak selesai tepat waktu.
“Ini menjadi catatan khusus bagi penyelenggara, agar mengetahui kinerja rekanan yang akan di menangkan, jangan asal menawar murah terus di menangkan, tetapi kinerja mereka tidak seperti yang kita harapkan,” Kata Eko Supriadi.
“ Ia menambahkan, agar PUPR mau PPK memberi catatan khusus kepada kontraktor PT Karya Alam Sentosa atau catatan merah sebagai efek jera karena tidak mampu mengerjakan pekerjaan tepat waktu atau tidak mampu bekerja dengan baik, apalagi sampai terlambat atau tidak menuntaskan tanggung jawab mereka, Tak itu saja, pengawasan dilakukan harus lebih ketat lagi terhadap pekerjaan yang tersisa. Pasalnya, jangan sampai karena pihak pelaksana mengejar waktu, justru akan mengorbankan mutu dan kualitas pekerjaan mereka.” Jelasnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan, Proyek Pembangunan SD 3 Peguyangan saat ini pengerjaan sudah mencapai hampir 100 persen dan pengerjaannya sudah susuai dengan Spesifikasi,” kata Ngurah Jimmy.
Terkait keterlambatan pekerjaan pihaknya sudah memberikan finalti kepada rekanan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ia menambahkan, untuk tahun 2019 anggaran untuk 13 Sekolah yakni Rp. 50 miliar lebih dan yang sudah terserap untuk tahap Pertama sebesar Rp.30 miliar sisanya akan dilanjutkan pada tahap kedua di Tahun 2020. Dan saat ini masih dalam pemberkasan untuk masuk dalam proses tender, Pihaknya berharap pengerjaan tahap kedua tidak ada keterlambatan pengerjaan lagi dan kami akan lakukan pengawasan ketat sehingga pengerjaan pembangunan 13 sekolah bisa diselesaikan tepat waktu,” ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *